Arifin Asydhad - detikNews

"Saya harap BPIH tidak, walaupun untuk tahun 2009 ini terjadi kenaikan plafon perumahan atau pondokan bagi jamaah haji di Mekkah, dari 2.000 Riyal per jamaah tahun lalu, menjadi 3.000 Riyal per jamaah untuk tahun ini," tegas Menag di Bandara Soekarno-Hatta saat tiba dari Arab Saudi dan Iran, Selasa (21/4/2009).
Pemerintah harus menaikkan plafon ini karena harga pasaran perumahan di Arab Saudi memang sudah tinggi dan bersaing dengan negara-negara lain yang memiliki plafon di atas 3.000 riyal per jamaah. "Misalnya dari India dan Aljazair, jamaah mereka sedikit, tapi merusak harga," papar Menag.
Menurut Menag, pemerintah berani menaikkan plafon perumahan, karena diprediksi tarif angkutan untuk jamaah juga akan turun, seiring turunnya harga BBM. "Jadi walaupun plafon perumahan dinaikkan, diharapkan tidak ada kenaikan BPIH untuk tahun 2009 ini," tegas Menag yang didampingi Dirjen Haji Slamet Riyanto, Setditjen haji Abdul Ghofur Djawahir, Kapuspinmas Masyhuri dan Kabid Humas Afrizal.
Tahun lalu, BPIH sekitar Rp 33 juta (tergantung kurs dolar AS). Sementara terkait paspor, Menag berharap pemerintah Arab Saudi bisa memahami penggunaan paspor coklat atau paspor haji.
"Kami sudah sampaikan ke menteri urusan haji Arab Saudi dan dia bisa memahami setelah saya jelaskan bahwa penggunaan paspor hijau akan melanggar dua UU kita. Jadi pilihannya jika kita tetap menggunakan paspor hijau, kita melanggar UU kita atau tidak mengirim jamaah haji tahun ini," tambah dia. Terhadap hal ini, Menteri Haji Arab Saudi menyarankan Indonesia untuk membuat surat langsung ke pemerintah Arab Saudi.
Pada kesempatan itu, Menag juga menegaskan bahwa penyelidikan terhadap penyelenggara haji tahun 2008 tahun lalu tetap berlanjut. "Karena ada kesalahan prosedur, kan sudah ada pemecatan-pemecatan. Ini terus berlanjut penyelidikannya," tegas Menag. Bahkan, menurut Menag, bukan tidak mungkin akan ada pemecatan-pemecatan lagi. (asy/asy)
